Puisi Satire

contoh puisi satire tentang teman

Pengertian, ciri-ciri, dan contoh puisi Satire – Halo sobat pembaca sekalian kembali lagi bersama kami di sherryanand.com yang dimana kali ini kami akan membahas tentang pelajaran bahasa Indonesia yaitu tentang puisi satire yang dimana meliputi pengertiannya, ciri-cirinya, dan berikut contohnya.

contoh puisi satire tentang teman

Puisi ini biasanya dipakai untuk mengkritik atau menyindir sesuatu mulai dari kawan, teman, sahabat, bahkan pejabatpun bisa dikritik melalui puisi dan nama puisi tersebut adalah puisi satire.

Baca Juga Lainnya Di : https://www.sherryanand.com/

Kata satire sendiri berasal dari bahasa latin yakni satura yang artinya adalah kritikan atau sebuah kecaman tajam pada suatu fenomena, dan bisa juga tidak puasnya suatu golongan kepada pemimpinnya yang zalim.

Pengertian Puisi Satire

Satire merupakan salah satu jenis puisi baru yang berisi tentang suatu sindiran yang di tujukan kepada penguasa atau biasa disebut juga dengan orang yang mempunyai posisi atau jabatan atau kedudukan. Satire bisa juga diartikan dengan puisi yang berisi mengecam atau mengejek secara kasar dan juga tajam terhadap sesuatu ketidakadilan didalam kehidupan masyarakat.

Ciri-Ciri Dari Puisi Satire

Adapun ciri ciri dari puisi satire, diantaranya sebagai berikut, antara lain:

  • Yang pertama yaitu bentuknya yang rapi dan juga simetris.
  • Yang kedua disetiap barisnya itu merupakan dari kesatuan sintaksis.
  • Yang ketiga puisinya berisi sindiran.
  • Sebagian besar dari puisinya itu empat seuntai.

Contoh dari puisi satire

1. KAU

Lihat kami!
Kami mencoba untuk kuat ddalam kekurangan
Kami tak lelah tuk banting tulang
Tapi engkau?
Lihat lah dirimu!
Kau tak bersyukur atas dirimu
Kau ambil hak kami
Kau buat kami menderita
Tapi kau?
Seakan tertawa diatas penderitaan kami
Lihat lah kami!
Apa tidak kau lihat semua keringat kami?
Keletihan kami
Hanya lah untuk dapat sesuap nasi
Lihat negeri ini!
Sudah kah tiada hati?
Sudah kah tiada mata?
Hingga kau tak pernah melihat kami
Lalu, harus bagaimanakah kami?
Kami memang tidak lah mampu balas dirimu
Karena Tuhan lah yang akan membalas dirimu

2. NEGERIKU

Mana ada negeri yang sesubur negeriku
Sawahnya yang tak hanya menumbuhkan padi, tebu dan juga jagung tapi menumbuhkan pula pabrik, tempat rekreasi dan juga gedung
Prabotan orang kaya yang di dunia dan burung nan indah piaraan mereka itu berasal dari hutanku
Ikan pilihan yang mereka makan itu bermula dari lautku
Emas dan juga perak, perhiasan yang mereka digali itu dari tambangku
Air bersih yang mereka minum itu bersumber dari keringatku

Tak ada negri sekaya negeriku
Majikan-majikan dibangsaku mempunyai buruh dari mancanegara
Brangkas-brangkas Bank yang ternama dimana itu menyimpan harta-hartaku
Negriku ini menumbuhkan konglomerat yang mengikis habis kaum melarat
Rata-rata pemimpin dinegriku itu handal tolannya terkaya didunia

Tak ada negri yang semakmur negeriku
Pengangguran diberi perumahan, gaji dan juga pensiunan setiap bulan
Rakyat-rakyat kecil hanya menyumbang negara tanpa imbalan
Rampok-rampok yang beri rekomendasi, dengan kop sakti si instansi
Maling-maling pada di beri konsensi
Tikus dan kucing asik berkorupsi

3. KEPADA PARA PEMULUNG DESAKU

Desaku terpencil berada di sudut sungai yang begitu sepi Masyarakat nya hidup pas-pasan tetapi penuh dengan gaya Seakan tak mau mengalah dengan kemajuan kota Mereka tak tau apa itu halal Mereka tak tau apa itu haram Sambil menyelam meminum air Sambil memulung mereka juga mencuri Sambil mencuri mereka juga menari Sambil menari mereka juga mengotori diri Tak ada satu pun cita-cita mereka yang mulia Karena mereka tak mengenalnya Ajaran agama sekali pun tak mereka anggap benar Lantas siapakah yang perlu berbenah Para kiyai kah? Atau mereka?

Dan demikian lah pemabahasan kali ini semoga dapat bermanfaat bagi kalian dan terimakasih sudah membaca dan berkunjung.